Beranda > Bimbingan Konseling > Surat Untuk MGP Kabupaten Trenggalek

Surat Untuk MGP Kabupaten Trenggalek

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TRENGGALEK

MUSYAWARAH GURU PEMBIMBING

SMP NEGERI 5 TRENGGALEK

Jl. R.A. Kartini No. 98 Trenggalek (https://bksmp5tgalek.wordpress.com)

Trenggalek, 30 Agustus 2010

K e p a d a :

Yth. Bpk. Ketua Musyawarah Guru Pembimbing

Kab. Trenggalek

di

T r e n g g a l e k


Dengan hormat,

Sehubungan dengan keberadaan buku kendali siswa SMP/MTs untuk kelas VII tahun pelajaran 2010/2011 produk MGP kabupaten Trenggalek yang telah didistribusikan ke SMP/MTs kabupaten Trenggalek. Terbitnya buku kendali siswa tersebut merupakan hasil revisi terhadap buku kendali siswa tahun pelajaran sebelumnya (2009/2010) dan telah diterbitkan/pengadaan buku yang sama untuk dipergunakan pada tahun pelajaran 2010/2011. Setelah kami terima, kami pelajari dan kami cermati pada petunjuk pemakaian, aspek klasifikasi penyimpangan siswa serta bobot masing-masing poin, demikian juga pada data penyimpangan siswa yang ada dalam buku kendali siswa tersebut, maka dengan ini kami Forum Musyawarah Guru Pembimbing SMP Negeri 5 Trenggalek merasa perlu untuk menyampaikan pendapat dan tanggapan serta usul melalui surat ini kepada pihak-pihak yang terkait dengan penyusunan dan pengadaan buku kendali siswa tersebut.

Terhadap permasalahan mengenai substansi buku kendali siswa kaitannya dengan permasalahan penggunaan buku kendali siswa di sekolah kami, berdasarkan juga informasi dari sekolah lain di wilayah kabupaten Trenggalek (dalam kenyataan praktek dilapangan), serta  menyangkut dengan tugas-tugas guru pembimbing, maka kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Mohon dengan hormat pengadaan buku kendali siswa ditinjau kembali dan dikaji efektifitas penggunaan buku tersebut terhadap hasil yang diharapkan dari siswa, mengingat poin-poin pada aspek klasifikasi penyimpangan siswa tidak bisa diseragamkan antara sekolah satu dengan sekolah lainnya, karena hal itu tentunya sangat terkait dengan aturan/tata tertib siswa serta kondisi dari masing-masing sekolah yang pada kenyataannya ada kesamaan dan perbedaannya. Suatu contoh di dalam buku kendali siswa tersebut klasifikasi penyimpangan siswa pada aspek perilaku poin 14 (tidak boleh membawa HP). Dalam kenyataanya sesuai tata tertib di sekolah masing-masing, hal itu ada sekolah yang melarang dan ada yang memperbolehkan, dan masih banyak lagi kejanggalan lainnya.
  2. Di dalam petunjuk pemakaian nomer 2 disebutkan: “Setiap penyimpangan tata tertib yang dilakukan siswa, ditulis dalam buku ini oleh semua unsur sekolah mengetahui langsung kejadian penyimpangan dan menandatanganinya baik guru yang menangani maupun siswa yang menyimpang”. Berdasar petunjuk tersebut berarti buku kendali siswa ditulis dan dikerjakan oleh semua unsur sekolah jika mengetahui kejadian penyimpangan siswa. Dalam kenyataannya apakah bisa berjalan secara efektif karena tidak ada personel yang bertanggung jawab secara langsung terhadap buku tersebut, jika itu merupakan tanggung jawab bersama semua unsur sekolah, ada pendapat bahwa karena buku itu produk dari MGP maka yang bertanggungjawab melaksanakan tugas tersebut adalah guru pembimbing. Di sini ada permasalah yang berbeda di masing-masing sekolah dalam hal pelaksanaannya, ada yang bisa dilaksanakan sesuai petunjuk namun banyak juga yang tidak bisa, bahkah buku itu menjadi mubazir tidak dikerjakan karena alasan di atas, sehingga guru pembimbing yang harus melaksanakannya. Persoalannya apabila guru pembimbing yang melaksanakan tugas tersebut, menurut yang kami pahami bahwasannya penanganan siwa asuh dengan memberikan penilaian yang dilakukan guru pembimbing melalui instrumen buku kendali itu sama halnya memberikan label kepada peserta didik secara perorangan, yang berkonotasi negatif terhadap peserta didik yang bersangkutan. Hal ini perlu dicegah untuk tidak terjadi atau tidak dilakukan oleh guru pembimbing/konselor (Model Pengembangan Diri SMP/MTs, Departemen Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional Pusat Kurikulum, 2006, hal 46). Karena itu merupakan salah satu hal negatif yang dapat mengurangi keefektifan pelayanan konseling. Jika memang buku kendali siswa bisa dilaksanakan/dikerjakan secara efektif oleh semua unsur sekolah sesuai petunjuk tersebut, mohon hal itu bisa disosialisasikan kepada semua unsur sekolah oleh Bpk./Ibu Kepala Sekolah sehingga tidak ada lagi perbedaan persepsi antara personel sekolah namun demikian yang lebih prinsip substansi buku kendali siswa tersebut harus dikaji apakah relevan untuk semua sekolah yang memanfaatkannya.
  3. Di dalam petunjuk pemakaian nomer 3 disebutkan: “Buku ini juga sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kenaikan kelas/kelulusan”. Kalaupun itu dilakukan maka akan menjadi riskan dalam pengambilan keputusan. Dalam hal syarat kenaikan kelas/kelulusan sebagaimana tertuang dalam dokumen 1 KTSP, untuk aspek non akademis “memiliki niliai minimal baik untuk aspek kepribadian, kelakuan, dan kerajinan”. Berdasarkan apa yang kami pahami untuk penilaian aspek non akademis kurang tepat jika dilakukan melalui prosedur penilaian pelanggaran/penyimpangan siswa, semestinya bisa dilakukan lebih tepat berdasarkan pedoman penilaian aspek non akademis dari sikap/perilaku, kerajinan, dan kerapian yang dilakukan siswa.
  4. Di dalam buku kendali tersebut secara keseluruhan baik rumus penilaian, poin-poin dan pembobotan pada klasifikasi penyimpangan siswa, klasifikasi nilai menurut hemat kami kurang relevan dan ada beberapa kejanggalan, pendapat kami memang semestinya keberadaan buku kendali siswa perlu kita kaji kembali, mengingat untuk apa tujuan diterbitkannya buku tersebut dan manfaat yang diperoleh serta dampaknya terhadap siswa asuh, demikian juga pertimbangan keterlaksanaan di sekolah-sekolah terkait substansi dari buku itu.
  5. Dalam hal penanganan siswa bermasalah terkait pemantauan pelanggaran yang dilakukan siswa akan lebih efektif dengan menggunakan instrumen yang ada dalam administrasi Bimbingan Konseling misalnya dengan buku peta masalah/catatan kasus, catatan anekdot dan lain-lain yang sudah mencakup keseluruhan siswa asuh untuk kepentingan pelayanan BK di sekolah, dan masih banyak lagi administrasi BK yang berhubungan dengan itu yang belum bisa dilaksanakan pengadministrasiannya secara baik. Sehingga menurut hemat kami akan lebih baik dan bermanfaat jika guru pembimbing fokus terhadap pelaksanaan administrasi BK yang diisyaratkan.
  6. Mengingat buku kendali siswa merupakan produk Musyawarah Guru Pembimbing (MGP) Kabupaten, sejujurnya ada beban moral bagi kami, bukannya kami tidak mendukung program MGP Kabupaten Trenggalek dalam hal ini memanfaatkan produk dari kita sendiri, terus terang kami merasa tidak nyaman, sebab MGP kabupaten merupakan Forum dan wadah guru pembimbing yang harus kita kembangkan keberadaannya. Mohon dipahami bahwa apa yang kami lakukan ini semata-mata untuk kebaikan kita bersama, sehingga apabila memang ada perbedaan pendapat dan pandangan maka kami anggap penting untuk disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan secara terus terang dan sejujurnya sesuai kondisi yang kami rasakan. Dalam hal ini berangkat dari niat kami hanya untuk kebaikan MGP Kabupaten Trenggalek dan manfaat bagi siswa asuh pada umumnya.

Demikian pendapat, tanggapan serta usulan kami sampaikan, mohon dengan hormat untuk dipertimbangkan dengan harapan ditindaklanjuti dan penyelesaian yang terbaik atas dasar evaluasi riil dari pemanfaatan buku kendali siswa tersebut di sekolah-sekolah selama ini serta menyesuaikan dengan perkembangan yang ada. Jika mungkin dari apa yang kami sampaikan ada yang tidak tepat, mohon koreksi dan tanggapannya. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Terimakasih.

Tembusan kepada Yth: 

  1. Bpk. Pembina MGP Kab. Trenggalek
  2. Ketua MKKS Kab. Trenggalek
  3. Arsip
Musyawarah Guru Pembimbing 

SMP Negeri 5 Trenggalek

Guru Pembimbing, 

MATTOBI’I, S.Pd.

NIP. 196802291996031003

Guru Pembimbing, 

DARAT, S.Pd.

NIP. 195212301976031005

Guru Pembimbing, 

Dra. ENDAH YUHARMIATI

NIP. 196710301995122002

Guru Pembimbing, 

NURIS PANGESTI, S.Pd.

NIP. 197905052006042035

Mengetahui: 

Kepala Sekolah,

SURYANTO, S.Pd.

NIP. 195901151979031003

  1. Totok
    Agustus 29, 2010 pukul 11:24 pm

    Mudah-mudahan ada perhatian…..
    bravo

  2. September 16, 2010 pukul 8:15 pm

    minal aidin walfaizin, sebagai konselor sekolah saya sangat setuju dengan surat bapak, dan saya juga mendapatkan prog. exel dari rekan di Jateng tentang program point pelanggaran siswa ini (butir pelanggaran bisa diubah menyesuaikan kondisi sekolah). Dan sayapun berharap hal ini bukan Konselor sekolah sebagai pelaksananya. Silakan bapak mampir di http://waskitamandiribk.wordpress.com/2010/08/23/poin-pelanggaran-siswa/. trims.

    • September 26, 2010 pukul 7:28 pm

      Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin walfaizin, terimakasih pak Tri sempat mampir di web sederhana ini dan memberi komentar. Website Pak Tri bagus, ajari saya pak

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: